Pemanfaatan CNG sebagai Alternatif Energi Kian Diperhatikan
Pemerintah kini semakin memperkuat rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi. Tidak hanya ditujukan kepada masyarakat rumah tangga, pemanfaatan CNG juga mulai dilirik dalam sektor otomotif. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di berbagai sektor.
Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan upaya nasional dalam mengoptimalkan penggunaan energi. Selain itu, pemerintah menyebutkan bahwa program ini bisa memberikan penghematan anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa harga CNG lebih kompetitif dibandingkan LPG maupun BBM. Keunggulan ini didukung oleh ketersediaan bahan baku gas alam dalam negeri yang masih melimpah.
Kajian Teknis Sebelum Implementasi
Pemerintah saat ini sedang menyiapkan kajian teknis sebelum melakukan implementasi secara luas. Program konversi kendaraan ke CNG disebut akan segera dimulai setelah kajian selesai. Di tengah tren kenaikan harga BBM, opsi konversi kendaraan berbahan bakar bensin ke CNG dinilai relevan dan menjadi solusi yang layak dipertimbangkan.
Andy Lala menjelaskan bahwa biaya konversi sangat bergantung pada jenis perangkat yang digunakan. Konsumen memiliki pilihan antara perangkat baru atau bekas sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
“Ini kalau belinya baru, harganya bisa sampai Rp 25 juta dengan kualitas Eropa,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/5/2026).
Berbagai Pilihan Harga untuk Konsumen
Untuk perangkat baru dengan spesifikasi berbeda, tersedia produk yang lebih terjangkau. Biasanya, produk ini berasal dari pabrikan China dengan banderol yang lebih rendah.
“Nah, ini kalau yang China itu Rp 16 juta sampai Rp 18 juta, ini yang beli baru semua,” katanya.
Sementara itu, bagi konsumen yang ingin menghemat biaya, opsi perangkat bekas juga bisa dipilih. Meski bekas, kualitasnya masih layak pakai dan masa pakai tabungnya cukup panjang.
“Tapi kalau beli second itu harganya sekitar Rp 12 juta sampai Rp 13 juta dengan kualitas barangnya sama Eropa dan expired tabungnya juga bisa sampai 2034 sampai 2037,” jelasnya.
Fleksibilitas Harga untuk Adopsi CNG
Menurut Andy, fleksibilitas harga ini memberikan ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan pilihan sesuai dengan budget mereka. Dengan demikian, adopsi CNG di kendaraan pribadi berpotensi meningkat jika didukung kebijakan yang tepat.
“Jadi untuk harga mau pakai baru atau bekas bisa disesuaikan dengan budgetnya,” tutupnya.




Posting Komentar untuk "Pemerintah Dorong Konversi CNG, Ini Biaya Pasang di Mobil"