zmedia

Kabar Artefak Majapahit Ditemukan Warga Karanganyar Saat Gali Makam, Disdikbud Angkat Bicara

Penemuan Artefak Kuno di Desa Pulosari Membuka Tabir Sejarah Jawa

Di tengah suasana tenang area pemakaman di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, sebuah penemuan tak terduga justru membuka tabir sejarah lama yang selama ini terkubur dalam tanah. Saat warga sedang menggali liang makam pada Rabu (6/5/2026), mereka menemukan benda-benda kuno dengan bentuk yang dianggap tidak biasa. Temuan tersebut sontak memicu perhatian warga hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak berwenang.

Artefak yang ditemukan diduga merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dan kini diamankan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar untuk diteliti lebih lanjut. Penemuan ini disebut-sebut berpotensi mengungkap jejak masa peralihan besar dalam sejarah Jawa, ketika pengaruh Hindu-Buddha mulai memudar dan Islam mulai berkembang.

Berawal dari Penggalian Makam Warga

Penemuan tersebut bermula secara tidak sengaja ketika warga melakukan penggalian makam di area pemakaman Desa Pulosari. Di tengah proses penggalian, warga menemukan sejumlah benda yang bentuknya berbeda dari material tanah biasa. Pamong Budaya Disdikbud Karanganyar, Hastutiningdyah Wijayatmi, menjelaskan bahwa warga kemudian memilih melaporkan penemuan itu agar bisa diteliti lebih mendalam.

“Warga melihat benda, bentuknya tidak biasa, lalu melaporkannya kepada kami agar dapat diteliti lebih lanjut,” ujarnya kepada awak media dikutip TribunTrends, Jumat, 8 Mei 2026. Langkah cepat warga tersebut dinilai penting karena memungkinkan artefak tetap terjaga dalam kondisi relatif aman sebelum dilakukan kajian arkeologis lebih lanjut.

Diduga Berasal dari Akhir Masa Majapahit

Dari hasil pengamatan awal, artefak yang ditemukan diperkirakan berasal dari abad ke-15, yakni masa peralihan akhir Kerajaan Majapahit menuju era berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Hastutiningdyah menyebutkan, ciri fisik benda-benda tersebut menunjukkan karakter kuat arsitektur dan seni khas Majapahit.

Beberapa ornamen yang ditemukan antara lain berbentuk kala, kemuncak, serta motif tumbuhan atau flora yang identik dengan gaya bangunan suci pada masa Hindu-Buddha. Selain antefik terakota bermotif khas, tim juga menemukan pecahan arca dan bagian bangunan lain yang diduga pernah menjadi ornamen penting pada struktur bangunan kuno.

Menurutnya, periode tersebut dikenal sebagai masa transisi budaya yang sangat penting dalam sejarah Jawa.

Jejak Peralihan Hindu-Buddha ke Islam

Yang membuat penemuan ini semakin menarik adalah lokasi artefak yang berada di area pemakaman aktif warga saat ini. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya perubahan fungsi ruang dari masa ke masa. Dulu, lokasi itu diduga menjadi bagian dari kawasan penting atau bangunan bernilai spiritual pada era Majapahit. Namun seiring perubahan keyakinan masyarakat dan berkembangnya Islam, kawasan tersebut kemungkinan berubah fungsi menjadi area pemakaman.

Fenomena seperti ini, menurut para peneliti budaya, sering ditemukan di sejumlah wilayah Jawa yang mengalami peralihan budaya dan agama secara bertahap. Hastutiningdyah menilai penemuan ini menjadi potongan penting dalam memahami proses transformasi sosial dan budaya masyarakat Jawa pada masa transisi tersebut.

Diduga Masih Ada Struktur Besar di Dalam Tanah

Saat ini, pihak Disdikbud Karanganyar masih melakukan penelitian lanjutan terhadap seluruh artefak yang ditemukan. Kajian dilakukan untuk mengetahui konteks sejarah penemuan serta kemungkinan adanya struktur bangunan yang lebih besar di bawah permukaan tanah.

Temuan ini membuka peluang adanya situs arkeologi yang selama ratusan tahun tersembunyi di kawasan tersebut. Jika penelitian nantinya membuktikan keberadaan struktur bangunan kuno, kawasan pemakaman Desa Pulosari berpotensi menjadi salah satu situs sejarah penting di wilayah Karanganyar.

Penelitian lanjutan pun kini dinantikan, sebab dari balik gundukan tanah pemakaman sederhana itu, sejarah panjang peradaban Jawa mungkin sedang perlahan muncul kembali ke permukaan.

Posting Komentar untuk "Kabar Artefak Majapahit Ditemukan Warga Karanganyar Saat Gali Makam, Disdikbud Angkat Bicara"