zmedia

Cara Memperbaiki Kerusakan CVT Tanpa Ganti Transmisi


Klaten,
Kerusakan pada transmisi khusus yang disebut continuously variable transmission (CVT) pada mobil bisa menjadi sumber kekhawatiran bagi pemilik kendaraan, terutama mengenai biaya perbaikan yang mungkin dikeluarkan.

Beberapa diler resmi sering menyarankan penggantian seluruh unit transmisi assy ketika CVT mengalami kerusakan. Namun, tidak semua kerusakan pada CVT memerlukan penggantian keseluruhan sistem.

Arif Suasono Ariyadi, pemilik bengkel spesialis Nissan Datsun Kebat Motors Bintaro, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa meskipun penggantian transmisi assy lebih optimal untuk CVT yang rusak, harganya cukup mahal.

“Untuk transmisi assy bekas saja, harganya mulai dari Rp 25 jutaan, belum termasuk biaya lain-lain. Sementara itu, harga transmisi baru bisa lebih mahal lagi karena sesuai dengan banderol diler resmi,” ujar Arif.

Jenis Kerusakan CVT pada Mobil

Kerusakan pada CVT dapat dikategorikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu:

  • Kerusakan ringan
    Gejala seperti getaran, suara dengung, dan respons lambat saat akselerasi bisa menjadi tanda kerusakan ringan. Penyebabnya bisa berupa oli CVT yang kotor, sensor bermasalah, atau gangguan pada valve body.

Solusi untuk kerusakan ini meliputi:
* Penggantian oli CVT
* Pembersihan body valve
* Penggantian sensor
* Perbaikan atau penggantian body control valve (BCV)

Misalnya, jika BCV rusak, penggantian bisa dilakukan secara parsial tanpa perlu mengganti seluruh transmisi.

  • Kerusakan menengah
    Kerusakan menengah biasanya melibatkan komponen utama seperti sabuk baja dan puli yang rusak akibat selip. Biaya perbaikan untuk kondisi ini lebih mahal karena melibatkan penggantian bagian-bagian penting.

  • Kerusakan parah
    Kerusakan parah mencakup kerusakan pada sebagian besar komponen transmisi, termasuk kampas kopling, sabuk baja, puli, bearing, BCV, hingga torque converter.

Namun, kerusakan dengan kategori ini jarang terjadi. Jika biaya perbaikan parsial lebih mahal daripada penggantian transmisi set, Arif menyarankan penggantian transmisi copotan.

Cara Mencegah Kerusakan CVT

Untuk menghindari kerusakan pada CVT, Arif memberikan beberapa saran:

  • Lakukan penggantian oli CVT secara berkala setiap 25.000 km.
  • Gunakan oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
  • Bersihkan filter oli secara rutin.
  • Hindari kebiasaan memposisikan tuas transmisi di posisi D saat mobil berhenti lama, seperti di lampu merah atau kemacetan. Lebih aman untuk menggeser ke posisi netral.

Dengan memperhatikan perawatan dan penggunaan yang tepat, pemilik kendaraan bisa memperpanjang usia dan kinerja CVT mobil mereka.

Posting Komentar untuk "Cara Memperbaiki Kerusakan CVT Tanpa Ganti Transmisi"